Selasa, 15 Januari 2013

Perbandingan Ideologi Komunis, Liberal dan Pancasila


Ideologi Komunis
Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh.
negara komunis adalah nehara yang menggunakan idiologi bahwa setiap warga negaranya mempunyai darajat yang sama satu sama lain. Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan Marxisme. Komunisme adalah ideologi yang digunakan partai komunis di seluruh dunia. Racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Dalam komunisme perubahan Josias harus dimulai dari peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh, namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil jika bernaung di bawah dominasi partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi "tumpul" dan tidak lagi diminati.


Komunisme sebagai ideologi

Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada 2005 negara yang menganut faham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Kuba, Korea Utara, dan Laos. Pencetus terjadinya komunisme swbagai ideologi adalah Vladimir Lenin di rusia lewat Partainya yang bernama Partai Comunist InternasionaL
Partai Komunis Uni Soviet 
bahasa Rusia: Коммунистическая Партия Советского Союза, Kommunisticheskaya Partiya Sovetskogo Soyuza; disingkat КПСС, KPSS) adalah partai politik yang pernah berkuasa di Uni Soviet. Partai ini muncul pada tahun 1912 yang diawali dengan berpisahnya faksi Bolshevik dari Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia menjadi partai sendiri dan memimpin Revolusi Oktober yang menuntun berdirinya negara sosialis di bekas Kekaisaran Rusia. PKUS dibubarkan pada tanggal 29 Agustus 1991, beberapa bulan sebelum bubarnya Uni Soviet.
Dalam sejarah Uni Soviet, Partai Komunis hampir tak dapat dibedakan dengan pemerintah karena partai ini merupakan satu-satunya partai politik yang diizinkan oleh pemerintah

Ideologi Liberal

Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama atau kalau kata guru PKn saya (Pak Mustakim) ideologi Liberalisme adalah sebuah ideologi yang mengutamakan kepentingan individu dan mengenyampingkan kepentingan negara. Ideologi ini sangat berbeda dengan ideologi komunis karena pengertiannya saja sudah beda. Berdasarkan kata guru PKn (Pak Mustakim), pengertian dari ideologi komunisme adalah sebuah ideologi yang mengutamakan kepentingan negara dan mengenyampingkan kepentingan individu. Sangat berbeda sekali dengan ideologi Liberalisme.
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya .
Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas. Bandingkan OxfordManifesto dari Liberal Internasional: "Hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui demokrasi yang sejati. Demokrasi sejati tidak terpisahkan dari kebebasan politik dan didasarkan pada persetujuan yang dilakukan dengan sadar, bebas, dan yang diketahui benar (enlightened) dari kelompok mayoritas, yang diungkapkan melalui surat suara yang bebas dan rahasia, dengan menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum minoritas.
Pandangan-pandangan liberalisme dengan paham agama seringkali berbenturan karena liberalisme menghendaki penisbian dari semua tata nilai, bahkan dari agama sekalipun. meski dalam prakteknya berbeda-beda di setiap negara, tetapi secara umum liberalisme menganggap agama adalah pengekangan terhadap potensi akal manusia.

Contoh negara liberal adalah seperti Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Italia, dan Prancis.

Liberalisme di Amerika Serikat

Faktanya bahwa Negara maju seperti Amerika Serikat tak dipungkiri menjadi poros dan figure Negara demokrasi yang besar dan mendulang kesuksesan dalam penerapan demokrasi diengaranya. Dimana unsur-unsur Liberalisme sangat lekat dan bisa jelas dirasakan, karena berbeda dengan Negara otoriter yang mana kepentingan masyarakat luas adlah yang terpenting, sedangkan bagi Liberalis, kepentingan individu lah yang harus didahulukan, Itulah kenapa kita sering dengar istilah ‘apapun bisa kamu lakukan di Negara Amerika sana…’, itu merupakan pernyataan yang sebenarnya menggambarkan kebebasan individu yang dijunjung tinggi di negara demokrasi sebesar Amrika Serikat. Paham liberal di Amerika Serikat disebut liberalisme modern. Dewasa ini, para politis di AS mengakui, bahwa paham liberalisme klasik sebenarnya terdapat kaitan yang cukup erat dengan kebebasan individu yang notabene bersifat luas. Dan sebenarnya sistem ekonomi liberal klasik merupakan suatu filosofi ekonomi dan juga politis. Namun mereka karena ada kasus saat kegagalan pasar yang membuat Amerika sempat goyah karena krisis maka mereka menolak ekonomi yang bersifat laissez faire atau liberalisme klasik yang kemudian mendekati pada pemerintahan interventionism yang merupakan penyatuan persamaan sosial dan ekonomi. Dan pada umumnya, hal itu disepakati pada dekade pertama abad ke-20 yang bertujuan adanya pencapaian menuju keberhasilan suatu hegemoni para politisi dalam negeri. Tapi, kesuksesan tersebut mulai menurun dan menghilang pada sekitar tahun 1970-an. Dan pada saat itu, konsensus liberal sudah harus dihadapkan pada suatu death-blow atau bisa dikatakan berupa fenomena robohnya pemerintahan Bretton Woods, yaitu sampai pada sistem yang dikarenakan kemenangan Ronald Reagan dalam pemilihan presiden tahun 1980, yang menjadikan liberalisme meruapakan suatu arus kuat dalam politik AS pada tahun tersebut.
Unsur negara demokrasi adalah salah satu paham yang berasal dari ideologi liberalisme, dimana kebebasan pers di Amerika bisa kita lihat sendiri yang sangat signifikan dalam kegiatan perpolitikan, begitu juga dengan keterlibatan rakyat dalam menyuarakan pendapat. Karena pada dasarnya kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud dari kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang begitu vital dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang diaplikasikan secara demokratis. Dan sejatinya pers juga dipercaya sebagai suatu wadah yang mempunyai peran untuk senantiasa menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Namun jangan salah, justru dengan kebebasan pers yang terlalu kuat pengaruhnya terhadap suatu rezim, akan sangat berbahaya untuk sistem pemerintahan. Walaupun tak dipungkiri pers dapat mengontrol jalannya pemerintah sebagai watchdog, dan kasus yang terjadi di Amerika Serikat sendiri adalah bahwa . Dan tentunya sebagai media, pers juga sangat berbahaya dan juga berpotensi mengancam ketentraman masyarakat, jika tidak dibatasi dengan hukum dan prinsip-prinsip agama dan moral. Oleh karena itu, sangat perlu ada usaha yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan supremasi hukum terhadap kejahatan pers, terlebih jika memang bertentangan dengan norma kesusilaan, baik yang secara kultur maupun yang berlaku dalam kehidupan beragama.

Dan lebih jelasnya, liberalisme yang dianut Amerika Serikat seperti yang dikatakan oleh Wilson dan Roosevelt, adalah suatu penekanan terhadap kerja sama serta kolaborasi timbal balik dan usaha individu, justru bukan dengan membuat ancaman dan pemaksaan yang ditujukan pada pemecahan permasalahan politis baik didalam maupun luar, sepertinya dianut oleh Presiden AS saat itu, George W Bush. Suatu paham liberal di AS bisa dikatakan seperti institusi dan prosedur politis yang mendorong kebebasan ekonomi, perlindungan yang lemah dari agresi oleh yang kuat, dan kebebasan dari norma-norma sosial bersifat membatasi. Karena sejak Perang Dunia II, liberalisme di AS telah dihubungkan dengan liberalisme modern, pengganti paham ideologi liberalisme klasik dimana kepemilikan individu sangat bebas. Sehingga pada saat itu banyak berdiri perusahaan-perusahaan swasta akibat dari sistem ekonomi liberalisme ini. Sebenarnya saat ini Amerika Serikat tidak semata-mata hanya menganut sistem ekonomi liberalisme atau kapitalisme. Pemerintah Amerika Serikat dewasa ini juga sudah mulai ikut mengatur perekonomian di negaranya karena bagaimanapun peran pemerintah dalam kegiatan perekonomian sangatlah signifikan. Maka dari itu, sekarang sudah terhitung banyak perusahaan-perusahaan yang tadinya milik individu kemudian mulai diambil alih oleh negaranya contohnya Pemerintah Amerika Serikat yang akhirnya mengambil alih dua perusahaan dalam bidang pembiayaan perumahan Fannie Mae dan Freddie Mac guna mencegah adanya krisis finansial yang mungkin dapat berlanjut. Dan juga beberapa sumber-sumber produksi yang notabene berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat luas juga sudah mulai di ambil haknya oleh Negara. Ini membuktikan bahwa Amerika Serikat sudah mengarahkan sistem ekonominya mendekati atau mengadopsi niali-nilai sistem ekonomi sosialisme. Ini disebabakan pemerintahan Amerika Serikat mulai ketakutan dan khawatir terhadap keadaan perekonomiannya yang kita tahu sedang kacau. Dimana tak sedikit perusahaan-perusahaan besar yang bangkrut, kemudian banyak pula kredit macet yang menghantui ekonomi Amerika Serikat yang akhirnya hanya akan berimbas pada krisis global. Maka berdasarkan apa yang tadi kita diskusikan di atas, Amerika Serikat untuk saat ini menganut sistem ekonomi campuran antara kapitalisme dan sosialisme. Dan memang pada dasarnya tak ada sistem yang sempurna, semua sistem sejatinya bekerja saling melengkapi satu sama lain.
Inilah yang kemudian membuat beberapa Negara terbuka hatinya untuk tidak selalu fokus pada suatu sistem yang dianut oleh Negara maju hanya karena keberhasilan yang berhasil didulang. Sejatinya setiap sistem pasti pernah didesain untuk sebuah keadaan tertentu, dan mungkin memang keadaan Amerika Serikat sampai sekarang cocok dengan sistem demokrasi. Namun faktanya seperti yang dikuak diatas bahwa Amerika Serikat pun yang notabene Negara demokrasi besar juga memasukkan unsur-unsur sosialis yang dominan dinegara komunis. Ini membuktikan bahwa setiap Negara pada dasarnya mencari sistem yang paling cocok dan pas dengan keadaan yang sekarang. Dan memang setiap sistem pada dasarnya juga saling melengkapi, tinggal bagaimana memilah-milah nilai-nilai yang terkandung pada sebuah sistem atau ideologi dan menyempurnakannya dengan unsure-unsur ideologi lain yang bisa dijalankan dengan selaras.

Ideologi Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskertapañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kengaraan. Oleh karena itu pengalamannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik dipusat maupun di daerah.
Berdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa Pancasila merupakan falsafah negara kita republik Indonesia, maka kita harus menjungjung tinggi dan mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab.
Ideologo pancasila di Indonesia memiliki 5 sila, dan maknanya masing-masing. Yakni:
A. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
1.                 Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2.                 Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3.                 Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
4.                 Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
5.                 Menolak kepercayaan atheisme di Indonesia.
B. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
1.                 Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2.                 Saling mencintai sesama manusia.
3.                 Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4.                 Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5.                 Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6.                 Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7.                 Berani membela kebenaran dan keadilan.
8.                 Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
C. SILA PERSATUAN INDONESIA
1.                 Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
2.                 Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3.                 Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4.                 Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
5.                 Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
D. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
1.                 Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
2.                 Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3.                 Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4.                 Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5.                 Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6.                 Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7.                 Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
E. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
1.                 Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
2.                 Bersikap adil.
3.                 Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4.                 Menghormati hak-hak orang lain.
5.                 Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
6.                 Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7.                 Tidak bersifat boros.
8.                 Tidak bergaya hidup mewah.
9.                 Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10.             Suka bekerja keras.
11.             Menghargai hasil karya orang lain.
12.             Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesi

MANUSIA DAN HARAPAN


1.                Nilai – Nilai Budaya Sebagai Tolak Ukur Harapan
Dalam hasil budaya yang berupa sastra, dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya yang dibawa penulisnya sebagai gagasan utama. Dalam sastra jawa misalnya antara lain terdapat nilai budaya meliputi:
a. nilai kejuangan dan semangat pengorbanan,
yaitu nilai perjuangan sebagai tolak ukur dan diharapkan dimiliki masyarakat, seperti kesetiaan, kesungguhan, kedisiplinan,dll
b. nilai kerumahtanggaan
yaitu nilai yang diharapkan berkembang dalam etiap keluarga.
c. Nilai kemandirian kaum wanita
Yaitu, Nilai yang diharapkan dapat dimiliki setiap wanita.
2.                Makna Harapan
Bukan dengan keserakahan, kita hidup. Dan bukan karena sebuah khayalan, kita bertahan. Kita hidup karena harapan. Harapan yang membuat kita terus bernapas, tetap bergerak, dan tinggi bermimpi. Tanpa harapan, manusia akan hampa dan tidak akan memiliki jiwa yang menembus batas keterbatasan.
Harapan seperti api lilin kehidupan ditengah gelapnya malam. Ia menjadi imaji, pemantik terang, dan penenang sukma. Dengan harapan, semua manusia menambah keberaniannya. Dan dengan harapan pula, manusia percaya pada cita-cita. Harapan mengubah ketidakpastian menjadi peluang. Harapan juga yang menggeser paradigma sebuah ketidakmungkinan.
Bicara akan harapan, kita berbicara tentang “kita”, bukan “aku”, “kamu” atau “dia”. Harapan terpupuk karena orang disekitar kita. Harapan pupus adalah bersumber dari diri sendiri, namun harapan subur adalah bersumber dari kita dan juga kumpulan semangat doa dari orang sekitar kita.
Tentang harapan, mari kita belajar pada bijak bestari di sekeliling kita. Lihatlah semangat mereka saat terjatuh, perhatikan senyuman mereka saat mendapatkan beban masalah, dan rasakan spirit yang mereka curahkan saat memetik hikmah sebuah kecutnya kehidupan.
Harapan selalu dekat dengan sabar dan juga syukur. Ketika harapan sampai pada kenyataan, maka dia dekat dengan syukur. Dan ketika harapan berakhir sebelum sampai tujuan, maka dia dekat dengan sabar. Sungguh indah bukan kawan, tentang cerita orang yang memiliki pengharapan?
3.                Makna Kepercayaan
   Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Adapun ucapan yang sering kita dengar :
1.       Ia tidak percaya pada diri sendiri
2.       Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita itu kurang dapat dipercaya akan kebenarannya.
3.       Kita harus percaya akan nasihat-nasihat Kiai itu, karena nasihat-nasihat itu diambil dari ajaran AL-Quran dan sebagainya.

Dengan contoh berbagai kalimat yang sering kita dengar dalam ucapan sehari-hari itu, maka jelaslah kepada kita bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang lain yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberi tahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.

Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing. Misalnya Adi beragama islam, maka yakinlah Adi bahwa agama itu benar. Kalau Adi tidak yakin bahwa agama itu benar, maka itu bukan agama bagi Adi. Sebaliknya, kalau orang lain beragama lain, harus dianggap bahwa ia yakin terhadap kebenaran agaa itu. Keyakinan itulah yang perlu dihormati.

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


1.                 Pengertian pandagangan hidup dan ideolgi
PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Macam-macam sumber pandangan hidup
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
IDEOLOGI
menurut wikipedia Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkanWeltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.

2.                   Makna Cita – cita
Cita – cita merupakan sebuah angan – angan atau sesuatu yang ingin dicapai atau diraih. Cita – cita dapat tercapai jika ada suatu usaha untuk meraih impian itu.
Berikut merupakan faktor yang menentukan dapat tidaknya manusia untuk mendapatkan cita – cita :
A. Faktor internal atau lebih sering disebut faktor dari dalam. yaitu faktor yang berasal dari manusia itu sendiri.
B. Kondisi yang dihadapi maksudnya kondisi dari dunia luar untuk mendapatkan cita – cita itu sendiri.
C. Seberapa tinggi kah cita – cita yang ingin dicapai. Biasanya semangkin tinggi cita – cita itu semangkin sulit kita untuk mendapatkannya.
3.                   Pengertian tentang kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Makna kebajikan
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.


4.                 Makna Sikap Hidup    
Sikap – Ada bermacam-macam pendapat yang dikemukakan oleh ahli-ahli psikologi tentang pengertian sikap. Dunia Psikologi akan sedikit mengulas tentang apa sih yang dinamakan sikap? Seperti yang dikatakan oleh ahli psikologi W.J Thomas (dalam Ahmadi, 1999), yang memberikan batasan sikap sebagai tingkatan kecenderungan yang bersifat positif maupun negatif, yang berhubungan dengan obyek psikologi. Obyek psikologi di sini meliputi : simbol, kata-kata, slogan, orang, lembaga, ide dan sebagainya.

Menurut Sarnoff (dalam Sarwono, 2000) mengidentifikasikan sikap sebagai kesediaan untuk bereaksi (disposition to react) secara positif  (favorably) atau secara negatif (unfavorably)terhadap obyek – obyek tertentu. D.Krech dan R.S Crutchfield (dalam Sears, 1999) berpendapat bahwa sikap sebagai organisasi yang bersifat menetap dari proses motivasional, emosional, perseptual, dan kognitif mengenai aspek dunia individu.
Sedangkan La Pierre (dalam Azwar, 2003) memberikan definisi sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan.Lebih lanjut Soetarno (1994) memberikan definisi sikap adalah pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak terhadap obyek tertentu.Sikap senantiasa diarahkan kepada sesuatu artinya tidak ada sikap tanpa obyek. Sikap diarahkan kepada benda-benda, orang, peritiwa, pandangan, lembaga, norma dan lain-lain.
Meskipun ada beberapa perbedaan pengertian sikap, tetapi berdasarkan pendapat-pendapat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya.Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.
Proses belajar sosial terbentuk dari interaksi sosial. Dalam interaksi sosial, individu membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya. Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah:

1. Pengalaman pribadi. Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut melibatkan faktor emosional. Dalam situasi yang melibatkan emosi, penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas.

2. Kebudayaan. B.F. Skinner (dalam, Azwar 2005) menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian tidak lain daripada pola perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah reinforcement (penguatan, ganjaran) yang dimiliki. Pola reinforcement dari masyarakat untuk sikap dan perilaku tersebut, bukan untuk sikap dan perilaku yang lain.

3. Orang lain yang dianggap penting. Pada umumnya, individu bersikap konformis atau searah dengan sikap orang orang yang dianggapnya penting. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut.

4. Media massa. Sebagai sarana komunikasi, berbagai media massa seperti televisi, radio, mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa informasi tersebut, apabila cukup kuat, akan memberi dasar afektif dalam mempersepsikan dan menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.

5. Institusi Pendidikan dan Agama.Sebagai suatu sistem, institusi pendidikan dan agama mempunyai pengaruh kuat dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaran-ajarannya.

6. Faktor emosi dalam diri. Tidak semua bentuk sikap ditentukan oleh situasi lingkungan dan pengalaman pribadi seseorang.Kadang-kadang, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap demikian bersifat sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan lebih tahan lama. contohnya bentuk sikap yang didasari oleh faktor emosional adalah prasangka.

5.                 Hubungan Manusia Dan Pandangan Hidup
Manusia pada dasarnya diciptakan memiliki akal budi.Manusia harus bisa berpikir kritis dan ilmiah untuk menentukan hidupnya dikarenakan manusia harus bisa menentukan mau dibawa kemanakah hidupnya itu.Setiap manusia memiliki pandangan hidup.Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu pula dijelaskan apa arti pandangan hidup.
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan petunjuk hidup di dunia.Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan adanya akal budi manusia dapat menentukan pandangan hidupnya sendiri.Pandangan hidup juga disebut filsafat hidup yang berarti mencari suatu kebenaran dan kebenaran itu bisa dicari oleh siapa saja.Jadi pandangan hidup itu dimiliki oleh tiap golongan manusia baik itu golongan atas maupun golongan bawah.Pandangan hidup itu adalah dasar untuk membimbing kehidupan manusia itu sendiri baik menurut jasmani maupun rohani.Pandangan hidup sangat lah bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri, masyarakat atau bangsan dan negara.Dalam kehidupan manusia pangdangan hidup berperan penting untuk memegang teguh pada pendirian dikarenakan pandangan hidup merupakan sebuah titik tuju sehingga dengan adanya pandangan hidup, manusia jadi berpegang teguh pada pendiriannya.