Kamis, 12 Mei 2016

Etika Profesi



Nama               : Gusti Afif Rachman
NPM               : 33412217
Kelas               : 4ID04
1.      Apa sebenarnya kepakaran dari seorang sarjana teknik industri?
Jawab  :
Kepakaran merupakan keahlian khusus yang dimiliki oleh seseorang dalam hal ini sarjana teknik industri, di mana keahlian khusus disini memiliki karakteristik yang berbeda dengan disiplin ilmu yang lain. Teknik industri merupakan gabungan dari ilmu matematika, fisika, pengetahuan teknik dan aktivitas bisnis seperti sistem pemasaran, keuangan, pengembangan sumber daya manusia dan lain-lain, yang fundamental dengan prinsip-prinsip dan metode-metode dari desain dan analisis keteknikan.

2.      Tuliskan karakter-karakter tidak ber-Etika menurut kalian dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisis)?
Jawab :
a.       Berbicara Kasar
Karakter yang biasanya keluar apabila seseorang berada dalam kondisi sedang emosi. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh pergaluan di lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi dan merubah karakter seseorang.
b.      Egois
Karakter yang biasanya hanya memikirkan diri sendiri dan tidak perduli dengan kepentingan orang lain dan sekitarnya.
c.       Ingkar Janji
Karakter yang biasanya dilakukan berdasarkan waktu, lokasi dan sikap seseorang tersebut apabila ingin menghargai seseorang yang dijanjukan.
d.      Penipu
Karakter ini biasanya dilakukan berdasarkan keterdesakan pada suatu kondisi sehingga harus berkata bohong. Biasanya dilakukan untuk mendapatkan sensasi dan ingin menaikkan pamor nya saja.
e.       Mencuri
Kerakter mencuri ini berdasarkan adanya membeli kesempatan pada korbanya, semua orang yang mencuri mempunyai alasan masing, ada yang mencuri karena tidak punya uang, ada yang mencuri karena kebiasaan, ada yang mencuri karena terdesak, ada yang mencuri karena tuntutan ekonomi,kehidupan, dll

3.      Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA profesional dalam bekerja? (Beri 5 contoh dan analisa).
Jawab :
a.       Terlambat Masuk Kantor
Hal ini sering terjadi karena kurangnya kedisiplinan dalam bekerja. Alasan yang paling sering dilontarkan pegawai apabila terlambat adalah karena kondisi lalu lintas yang macet sehingga memperlambat waktu tiba ke kantor.
b.      Berpenampilan tidak rapih dan kotor
Penampilan diharuskan rapih dan bersih agar membawa kondisi yang nyaman bagi pekerja dan orang lain yang melihatnya apabila ingin bekerja ke kantor.
c.       Berteriak di ruang kerja saat memanggil rekan kerja
Lokasi meja kerja membuat pekerja atau karyawan sering sekali membuat jalan mondar mandir untuk menghapirinya. Maka sering sekali pekerja atau karyawan berteriak untuk memangilnya. Dampak dari aktifitas ini mengangu pekerja lainya yang ada dilokasikan bersamaan.
d.      Jarang Masuk Kerja
Rutinitas pekerja salah satunya mesuk ke kantor, aktifitas tersebut adalah pundi pundi dari mencari nafka seseorang untuk menghidupi dirinya atau keluarganya. Apabila pekerja jarang masuk dikarnakan tidak memiliki sebab atau kendala bahwa pekerja itu tidak profesional dalam bekerja salah satunya dampak tersebut akan merugikan perusahaan mungkin pekerja tersebut dikeluarkan dalam perusahaan.
e.       Tidak Pernah menyapa pekerja yang lain
Aktivitas ini sangat tidak baik apabila tidak dilakukan. Dalam dunia kerja kita harus sering bersosialisasi dengan orang lain. berawal dari menyapa dapat memberikan kesan bagi pekerja dan menambah keakraban antar pekerja.

4.      Berikan contoh profesi yang sesuai untuk sarjana teknik industri, serta jelaskan jobdesknya?
Jawab :
a.      Manajemen Industri
Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen KeuanganManajemen KualitasManajemen InovasiManajemen Sumber Daya ManusiaManajemen PemasaranManajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.
b.      Sistem Manufaktur 
Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas,produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesinmaterial, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem ProduksiPerencanaan dan Pengendalian ProduksiPemodelan Sistem,Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi.
c.       Sistem Industri
Bidang keahlian Sistem Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerjabahan bakuenergiinformasi,teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika IndustriSistem LogistikLogika PemrogramanOperational Research, dan Sistem Basis Data
Kesimpulan seorang sarjana teknik industri mampu memiliki prospek kerja di bidang yang sangat luas antara lain bidang produksi atau operasi dan penjaminan mutu, bidang teknologi informasi, bidang pemasaran atau manajemen bisnis, bidang industri manufaktur, bidang konsultasi manajemen, bidang manajemen sumber daya manusia, dan bidang pendidikan.

SUMBER :
1. http://iskfreund.tumblr.com/post/90304466591/etika-profesi
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_industri
3. http://stiawan89.blogspot.co.id/2015/03/etika-profesi-lulusan-teknik-industri.html

Selasa, 26 April 2016

Sarjana Teknik Industri Kualitas, Tantangan dan Prospeknya dalam Era Perdagangan Bebas



REVIEW JURNAL
SARJANA TEKNIK INDUSTRI
KUALITAS, TANTANGAN DAN PROSPEKNYA
DALAM ERA PERDAGANGAN BEBAS


PENDAHULUAN
Sejak zaman orde beru telah dibebaskan lalu lintas perdangangan  impor-ekspor yang disrtai pembebasan lalu lintas devisa dan kebijaksanaan swasembada (orientasi pasar dalam negeri yang diproteksi) untuk selama periode 1969-1984. Dunia usaha merasakan sebagai perubahan yang terus menerus, disertai kekhawatiran bahwa peraturan-peraturan berubah terus, sehingga seringkali mengambil sikap menunggu. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat diperlihatkan dengan adanya suatu plateau, telah diadakan berbagai dergulasi, destatisasi, debirokratisasi dan deregulasi, mempersiapkan sisten nasional untuk dapat dengan tangguh memasuki era orientasi pasar internasional.

PERSAINGAN KERAS DALAM ERA PERDAGANGAN BEBAS

A.      Struktur Persaingan Sempurna, Oligopoli, Monopoli atau Kombinasinya?
Persaingan dalam negeri yang selama ini berlangsung tampaknya merupakan kombinasi dari ketiga bentuk dasar struktur pasar. Antara lain persaingan sempurna, persaingan tak sempurna, oligopoli dan monopoli. Masing-masing pelaku telah terbiasa dengan masing0 masing struktur yang bergantung terhadap pengalamannya.
Mereka terbiasa bersaing secara tak sempurna dan oligopoli dimana mereka hanya menghadapi beberapa pesaing saja. Apabila mereka sepakat, maka mereka dapat mempunyai pengaruh yang besar terhadap suasana pasarnya, seperti penentuan harga, kuota dan lain sebagainya.
Ada pula yang terbiasa dengan cara monopoli, seperti pos dan giro, telekomunikasi dan ebberapa perusahaan yang didukung oleh birokrasi pemerintahan. Meskipun hal ini tidak tercantum dalam UUD 1945, yang seharusnya bentuknya didasarkan kepada azas kekeluargaan.

B.       Kondisi Dunia Industri Indonesia Dewasa Ini
Kondisi Industri Indonesia saat ini memang sangat beraneka ragam. Ada yang sudah terbiasa dibuai oleh proteksi yang berlebihan dari pemerintahan, sehingga mereka memang tidak memiliki daya saing yang tangguh. Kondisi ini berbahaya sekali untuk masa depan dengan perdagangan bebas antar negera yang disepakati dalam GATT (General Agreement on Trade and Tariffs), GATS (General Agreement on Trade in Service) dan WTO (World Trade Organization).
Ketiga Organisasi itu dapat memberikan persaingan internasional, karena perusahaan dari negara manapun akan bisa masuk kenegara manapun tanpa dihalangi oleh halangan tarif maupun nontarif. Tingkat bea masuk akan diturunkan ke bawah lima persen, bahkan juga akan dihapuskan.
Berbagai bentuk monopoli akan harus dihapuskan dan berbagai bentuk proteksi harus dihilangkan. Semua harus masuk ke dalam persaingan internasional. Bentuk persaingannya bisa saja berbentuk oligopolistik atau persaingan tak sempurna lainnya.

C.      Problem Yang Harus Dilakukan Oleh Semuanya
Berntuk persaingan oligopolistik atau persaingan tak sempurna lainnya itu sekarang berskala internasional. Pesaing bisa datang dari negara manapun di dunia. Karena itu perusahaan di Indonesia harus menjadi perusahaan kelas dunia.
Hal-hal yang harus dimiliki untuk menjadi perusahaan kelas dunia antara lain hasil produk nya memenuhi persyaratan internasional, seperti ISO 9000-an, ISO 12000-an, atau ISO 16000-an dan sebagainya. Harga jual harus bersaing di tempat pasar yaitu yang mempunyai keunggulan harga jualnya. Harga jual ini sudah termaksud biaya transportasi ke tempat dan harus dipenuhi ketepatan waktu penyerahan sesuai dengan perjanjian, bahkan dapat harus lebih cepat dari para pesaingnya.
Banyaknya percobaan yang harus dilakukan termaksud pendidikan orang di Indonesia menjadi manusia industrial Indonesia yang baru. Ia harus bekerja keras, cermat, hemat, kreatif, selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik, tidak cepat puas, disiplin, bertanggung jawab, menghargai waktu, percaya diri, bekerja secara profesional, memiliki pengetahuan dan teknologi yang tinggi, suka akan percobaan dan mempunyai kemampuan manajerial yang baru.
Artinya, Indonesia akan harus melakukan rekayasa budaya masyarakatnya dengan proses yang terstruktur agar dengan cepat bisa melakukan percobaan massal itu. Disinilah fungsu dunia pendidikan anan harus menonjol dalam menciptakan itu. Hal tersebut juga berlaku pada tingkat universitas pada umumnya, dan pada pendidikan teknik industri khususnya.

PEMBENTUKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG DIPERLUKAN

A.      Situasi Lulusan Teknik Industri Dewasa Ini
Pendidikan teknik industri saat ini amat bervariasi, mulai dari yang sangat terbatas karena kelengkapan pengajar dan sarana pendidikannya maupun oleh karena kurang interaksinya dengan dunia ilmu pengetahuan dan praktek yang luas.
Bagi diri para lulusan persaingan itu lebih berarti persaingan dengan sesama profesional dari negara lainnya. Hal ini berupakan masalah yang berat bila ia tidak dipersiapkan dengan baik untuk itu. Perusahaan bisa saja menerima profesional dari negara lain apabila kualitasnya lebih baik daripada lulusan dalam negeri. Apalagi juka tingkat gaji yang dminta oleh orang dari negara lain itu tidak tinggi, seperti halnya dengan profesional yang datang dari India. Dan banyak negara lain bisa menawarkan profesionalnya ke Indonesia, semacam ekspor TKI saat ini.
B.       Peran Sarjana Teknik Industri di Indonesia
Menurut Baharudin Jusuf Habibie (Mantan Presiden RI ke-3), sarjana teknik industri kita masih pada tingkatan ke-1, yaitu kemampuan untuk menggunakan teknologi yang sudah dikenal. Ini masih merupakan tingkatan yang rendah.
Untuk dapat bersaing kita harus dapat menciptakan teknologi baru melalui proses inovasi teknologi itu. Pada tingkatan kemampuan penguasaan teknologi versi Habibie langkah pertama ang harus dilakukan adalah menciptakan teknooligi baru dengan cara memperbaiki teknologi yang sudah dikenal atau mengkombinasikan dua atau lebih teknologi yang sudah dikenal untuk membentuk teknologi baru. Ini disebut sebagai kemampuan tingkat 2.
Tingkat penguasaan yang lebih tinggi adalah penciptaan teknologi baru sama sekali. Teknologi baru dihasilkan atas dasar suatu invention yang telah banyak terjadi sebelumnya. Perlhui bahwa invention adalah suatu penemuan aplikasi suatu pengetahuian dasar kepada pembentukan teknologi tadi.
Maka jelaslah bahwa pada industri Indonesia belum terbentuk kegiatan inovasi teknologi baru, karena kegiatan inovasi itu memang merupakan kegiatan yang mahal dan pengembalian biaya inovasi itu bisa lama sekali setelah ia berhasil dikomersialisasikan.

C.      Kualifikasi Yang Diperlukan Di Era Perdagangan Bebas
Beberapa Kualifikasi tersebut diantaranya:
1.      Kreatifitas yang tinggi
2.      Keberanian untuk masuk kemasalah tak dikenal.
3.      Meiliki pengetahuan dan keterampilan tingkat dunia
4.      Mempunyai etos kerja yang tinggi
5.      Menghargai waktu dan prestasi.
6.      Tidak terikat pada masa lalu.
7.      Berkemampuan manajerial bidangnya.
8.      Mampu memakai informasi dunia.
9.      Kuat memakau komputer.
10.  Mampu bekerjasama dalam tim.

D.      Apa Usaha Dunia Pendidikan Untuk Memenuhinya
Secara nasional, program pendidikan teknik industri akan memerlukan reformulasi yang cukup besar. Hal ini meliputi pendidikan teknik mesin, teknik elektro, teknik fisika, teknik kimia, teknik informatika, teknik industri dan teknik perkapalan modern. Ini bisa diperluas ke teknik teknologi tekstil, teknik teknologi grafika dan disain produk industri.
Lalu untuk dapat mempergunakan ingormasi melalui jaringan internet dan jaringan lainnya, maka di sarjana teknik industri akan harus pula menguasai bahasa asing dengna baik.

E.       Prospek, Tandangan dan Hambatan Berperannya Mereka Dalam Industri Era Perdagangan Bebas.
Perusahaan harus mengadakan percobaan budayanya. Sarjana teknik industri harus dimungkinkan untuk menjadi pakar tinggi di bidangnya dan dihargai tidak kalah dengan manajer puncak perusahaan. Hanya dengna cara dimikian maka Indonesia dapat mempunyai pakar teknik industri, dan dengan demikian mempunyai pakar yang akan melakukan penelitian dan pengembangan teknologi dengan baik.
Hal tersebut merupakan hambatan pertama. Hambatan kedua adalah bahwa manajeman perusahaan industri seringkali berwawasan jangka pendek, artinya mereka mempunyai kecenderungan “Quick Yielding Approach”. Mungkin hal ini disebabkan bahwa para pengusaha industri lebih bersifat pedagang daripada industrialis yang sebenarnya.
Hambatan ketiga adalah budaya sarjana teknik industri itu sendiri. Meskipun ia telah mengalami pendidikan tinggi, akan tetapi lingkungan keluarganya masih membawakannya sebagai anggota masyarakat agraris tradisional yang aristoktartik feodal, sehingga sifatnya kurang menunjang ke arah yang dipersyaratkan di atas.
Sarjana teknik industri indonesia harus berkualitas dan berkapasitas tingkat dunia. Karyanya harus setara dengan rekan sarjana teknik industri dari negara lain didunia. Termaksud dari negara industri yang telah lama maju. Jadi pendidikannya harus benar-benar ada pada taraf internasional.
Ringkasnya, hal yang perlu dibangun untuk sarjana teknik industri adalah:
1.      Manusia karyanya
2.      Prasarananya
3.      Teknologinya
4.      Pendanaannya
5.      Manajemen teknologinya
6.      Energi
7.      Bahan masukan
8.      Informasi masukan
Proses-proses yang kompetitif
1.      Proses produksi
2.      Proses pemasaran
3.      Produktivitas
4.      Kualitas
5.      Rendah biaya
6.      Keandalan
7.      Hemat energi dan bahan
8.      Tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi